Selasa, 25 Februari 2014

KEBENCIAN PARA SALAF TERHADAP POPULARITAS

Bismillah.. 
Apa kabar saudaraku sekalian??? Semoga sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan Allah azza wajalla. Hari ini saya ingin berbagi kisah tentang kebencian para salaf terhadap popularitas yang kontras dengan kehidupan kita saat ini di mana popularitas nampaknya menjadi tujuan hidup. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan mampu mendekatkan diri kita kepada Allah azza wajalla. Aamiin.

 KEBENCIAN PARA SALAF TERHADAP POPULARITAS

Dari Habib biin Abu Tsabit, ia berkata, "Suatu hari, Ibnu Mas'ud pergi keluar rumah. Tiba-tiba orang-orang menguntit di belakangnya. Beliau kemudian bertanya, "Apakah yang kalian inginkan?' Mereka menjawab,'Tidak, kami hanya ingin berjalan bersamamu.' Beliau berkata, 'Pulanglah, yang demikian itu merupakan kehinaan bagi yang mengikuti, dan fitnah bagi yang diikuti'."

   Dari Harits bin Suwaid, Abdullah pernah berkata,"Seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui tentang diriku, niscaya kalian akan menaburkan tanah di atas kepalaku."
     Dari Busthan bin Muslim, ia berkata, "Diceritakan bahwa Muhammad bin Sirin, apabila ada orang yang berjalan bersamanya, beliau akan berhenti dan bertanya, 'Ada yang bisa saya bantu?' Apabila ada, beliau segera memenuhi kebutuhan orang itu. Apabila orang tersebut kembali berjalan bersamanya, beliau akan bertanya lagi,'Ada yang bisa saya bantu?'
    Al-Hasan pernah berkata, "Suatu hari aku pernah bersama Ibnu Mubarak. Kami mendatangi siqayah yang orang-orang biasa minum dari tempat itu. Lalu beliau mendekati tempat itu untuk meminum airnya. Orang-orang tidak mengenal bahwa beliau adalah Ibnu Mubarak. Maka mereka pun mendesak-desak dan mendorong-dorong beliau. Ketika keluar dari kerumunan, beliau berkata kepadaku, 'Hidup itu hanya seperti ini. Yakni, pada saat kita tidak dikenal dan tidak dihormati."
     Al-Hasan melanjutkan, "Ketika kami sedang berada di Kufah, ada yang membacakan bab Manasik kepada Beliau, sehingga ketika sampai pada satu hadits, yang di dalamnya tertulis, 'Demikianlah pendapat Abdullah, dan demikian pulalah pendapat kami.' Maka beliau bertanya, 'Siapa yang menulis bahwa ini adalah pendapat saya,' Aku menjawab, 'Tentu orang yang bertugas yang menulisnya. 'Beliau terus saja menghapus tulisan itu dengan tangannya hingga hilang. 'Siapa saya sehingga pantas ditulis pendapat saya."

Demikianlah penggalan kisah dari para salafus salih, tujuan akhir mereka adalah Allah bukan popularitas di muka bumi ini. 
(dikutip dari buku Kita dan Akhlak salaf. Hal:41,42)
(gambar: https://www.google.com/#q=akhlak+salaf)


        

Sabtu, 18 Januari 2014

Enjoy Your Life!: SOAL UN FISIKA LENGKAP DENGAN MAGIC SOLUTION

Enjoy Your Life!: SOAL UN FISIKA LENGKAP DENGAN MAGIC SOLUTION: Salam sukses buat adik-adik terutama yang sebentar lagi mau menghadapi Ujian Nasional. Hari ini kakak ingin berbagi trik cepat dalam menyel...

SOAL UN FISIKA LENGKAP DENGAN MAGIC SOLUTION

Salam sukses buat adik-adik terutama yang sebentar lagi mau menghadapi Ujian Nasional.
Hari ini kakak ingin berbagi trik cepat dalam menyelesaikan soal UN untuk materi momentum bagi kelas IIX IPA dan listrik statis untuk kelas IX. Yang paling penting mari kita selalu tersenyum setiap bertemu dengan soal fisikakarena pada dasarnya fisika itu mudah untuk kita selesaikan. Mau bukti??? Ayo perhatikan soal berikut:

UN kelas IIX IPA materi momentum
Dua buah benda A dan B bermassa sama dan bergerak saling mendekati dengan kecepatan benda A dan benda B masing-masing sebesar 4 m/s dan -2 m/s. Apabila terjadi tumbukan secara lenting sempurna, tentukanlah besar kecepatan benda A dan B setelah bertumbukan!
A. 1 m/s dan -2 m/s
B. 2 m/s dan -4 m/s
C. -2 m/s dan 4 m/s
D. -2 m/s dan 1 m/s
E. 1 m/s dan -3 m/s

Magic solution
Karena kedua benda bermassa sama dan bertumbukan secara lenting sempurna maka besar kecepatan dari kedua benda akan saling bertukar. Jadi kecepatan benda A menjadi -2 m/s dan benda B menjadi 4 m/s... gampangkan!!!!

UN kelas  IX materi listrik statis

Dua buah muatan berjarak 9 cm menghasilkan gaya coloumb sebesar F. Jika jarak antara kedua muatan dijadikan 4,5 cm maka besar gaya coloumb yang dihasilkan adalah...
A.  0,5 F
B. 2 F
C.  2.5 F
D. 4 F

Magic solution
cara 1
Ingat bahwa gaya berbanding terbalik dengan jarak berpangkat dua. Jika jarak menjadi setengah kali, maka gaya menjadi 4 kali. D
cara 2
Secara matematis :
F2 = (r1/r2) pangkat 2 x F1
     = (9/4,5) pangkat x F
F2 = 4 F

Tantangan : "coba adik-adik buktikan dengan cara yang biasa kalian dapatkan di sekolah" hhe.. pasti butuh satu halaman kertas, itupun klo dapat...  wkwkwkwk

Kamis, 16 Januari 2014

Kedermawanan Abdullah bin Mubarak

Bismillah, di pagi hari yang penuh keberkahan ini saya ingin berbagi kisah tentang kedermawanan Abdullah bin Mubarak. Bacalah dengan hati, semoga Allah menjadikan ini ilmu yang bermanfaat bagi kita semua dan menambah keimanan kita. Aamiin

   Dari Muhammad bin Isa, ia bercerita: Abdullah bin Mubarak biasa pulang-pergi ke Tharsus. Beliau biasa singgah di penginapan di daerah Khan. Ada seorang pemuda yang bolak-balik mengurus dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan beliau, serta mendengarkan hadits dari beliau. Pada suatu hari, Abdullah kembali mendatangi penginapan itu, tetapi ia tidak melihat sang pemuda. Karena tergesa-gesa, maka beliau bergegas ikut berperang bersama kaum muslimin. Usai berperang, beliau kembali ke penginapan sembari menanyakan pemuda itu. Orang-orang menjawab, "Ia ditahan karena memiliki tanggungan hutang yang belum dibayar."

   Beliau kembali bertanya, "Berapa jumlah hutangnya?"

   Mereka menjawab, "Sepuluh ribu dirham."

   Beliau terus menyelidik hingga tahu siapa pemilik piutang itu. Maka beliau pun memanggilnya pada malam hari dan menimbangkan sepuluh ribu dirham untuknya. Tetapi, beliau meminta janji kepada lelaki itu untuk tidak memberitahukan kepada seorang pun selama beliau masih hidup. Beliau juga berpesan, "Jika sudah masuk waktu pagi, keluarkan pemuda itu dari tahanan."

   Abdullah segera pergi, dan pemuda itu pun dibebaskan dari tahanan. Orang-orang pun berkata, "Kemari Abdullah bin Mubarak di sini, dan menanyakan kabarmu, tetapi sekarang dia sudah pergi."
   Pemuda itu pun pergi menyusuri jejak beliau, hingga ia berhasil menyusulnya setelah menempuh dua atau tiga marhalah (1 Marhalah = 12 mil) dari penginapan. Beliau bertanya, "Wahai pemuda dari mana saja kamu? Aku tidak melihatmu di Khan."

   Pemuda itu menjawab, " Betul wahai Abu Abdurrahman, aku ditahan karena hutang."

   Beliau bertanya lagi, "Bagaimana ceritanya kamu bisa bebas?"

   Pemuda itu menjawab, "Ada seorang lelaki yangdatang melunasi hutangku. Tetapi, hingga dibebaskan sekalipun, aku tidak tahu siapa dia."

   Beliau berkata, "Wahai pemuda, pujilah Allah yang telah memberikan taufik kepadamu sehingga hutangmu terlunasi."

   Si pemilik piutang tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapa pun hingga Abdullah meninggal dunia.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Dari Abu Ja'far Al-Haddza', aku mendengar Ibnu Uyainah mengatakan, "Apabila batin seseorang sesuai dengan lahirnya, maka itu adalah keadilan. Apabila batinnya lebih baik daripada lahirnya, maka itu adalah keutamaan. Dan apabila lahirnya lebih baik daripada batinnya, maka itu adalah keculasan."

   Dari Abdullah bin Mubarak, Hamdan bi Ahmad pernah ditanya, "Mengapa perkataan para salaf  lebih bermanfaat daripada ucapan kita?" Lalu ia menjawab, "Karena mereka berbicara untuk kemuliaan islam, keselamatan jiwa, dan ridha Ar-Rahman, sementara kita berbicara untuk kemuliaan jiwa, mencari dunia, dan ridha manusia."

(Sumber: dari buku Kita dan Akhlak Salaf PotretKeseharian Generasi Teladan)

Rabu, 15 Januari 2014

Tangga menuju sukses

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah, salawat serta salam semoga senantisa tercurah kepada Nabiullah Muhammad SAW, atas keluarga dan para sahabatnya.
 Semoga ini bermanfaat dan semoga Allah senantiasa menjaga diri kita dari sifat ria.
Tangga Menuju Sukses
1.Cita-cita yang tinggi
2. Optimis adalah kunci sukses
3. sedikit santai dan Lapang dada membantu tercapainya tujuan penting
4. Jauhilah hayalan... Lihatlah realita
5. Disiplin dalam kerja dan menyusun planing yang tepat
6. Serius memanfaatkan waktu dengan baik
(dikutip dari buku Tangga Menuju Sukses, penulis: Muhammad bin Sarraar Al-Yaamii)